Berkunjung ke Pulau Lombok terasa tidak lengkap jika hanya mengunjungi objek wisata pantai, air terjun di Lombok, perbukitan, pegunungan, kuliner, tetapi tidak mengunjungi wisata sejarah. Wisata sejarah yang patut untuk Wisatawan kunjungi salah satunya adalah Masjid Bayan Beleq.

Masjid Bayan Beleq diperkirakan dibangun sekitar 500 tahun yang lalu, tak seorang pun tahu siapa yang membangun Masjid ini. Versi lainnya mengatakan bahwa yang membangun Masjid ini adalah Syeh Gaus Abdul Razak, salah seorang penyebar agama Islam di Bayan, dia membangunnya pada sekitar abad ke-16. Versi lainnya, sebagaimana disampaikan oleh Raden Palasari, juru kunci Masjid, bahwa Masjid ini dibangun sekitar abad ke-15 oleh Sunan Prapen.

Sejarah Masjid

Menurut babad Lombok, Sunan Giri memerintahkan tiga orang dari muridnya yaitu Lembu Mangkurat untuk menjalankan Dakwah Islam di Banjarmasin, Dato’ Banda untuk menjalankan Dakwah Islam di Makassar; dan Sunan Prapen (Putera dari Sunan Giri) untuk menjalankan Dakwah Islam di Pulau Lombok, Sumbawa, dan Bali.

Masjid Bayan Beleq, sumber ig ocit007
Masjid Bayan Beleq, sumber ig @ocit007

Sunan Prapen datang bersama Pengiring dan Ulama – Ulama Besar lainnya. Keahlian Sunan Prapen dan Ulama – Ulama Besar lainnya dalam memainkan wayang, Islam menyebar di Lombok melalui kisah pewayangan. Wayang Lombok menceritakan kisah tentang kepahlawanan dalam Islam seperti Amir Hamzah, Sayyidina Umar bin Khattâb, Lakon Perang Badar yang terkenal dengan sebutan “Awang Media”, Sayyidinâ Alî bin Abî Thâlib yang dilukiskan sebagai “Selander Alam Dahur”, dan Abû Lahab (si tukang fitnah) yang dinamai “Baktak”.

Bahasa yang dipakai dalam pewayangan adalah bahasa Kawi/Jawa kuno. Dengan kesabaran dan tangguhan hati dalam berdakwah sehingga penyebaran Islam di tanah Lombok memberikan dampak yang signifikan, dimana sebagian besar Msyarakat Pulau Lombok memeluk Islam.

Tempat yang menjadi singgahan pertama kali Sunan Prapen beserta Pengirinnya dan Ulama – Ulama kala itu adalah Desa Bayan. Untuk menunjang penyebaran Islam maka dibangunlah Masjid Bayan Beleq sebagai tempat Sholat, Membaca Al-Qur’an, Kajian Islam, dan kegiatan Islam lainnya bagi Sunan Prapen, Ulama-ulama, dan Pengiring. Selain itu, dijadikan sebagai Pusat Pendidikan Islam dan tempat Mualaf Masyarakat Lombok yang baru memeluk Islam maupun yang ingin memeluk Islam.

Lokasi Masjid

Masjid Bayan Beleq terletak di jalan Labuan Lombok, Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat atau sekitar 80 km dari Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Barat yakni Kota Mataram.

Keunikan Masjid

Bedug di Bayan Beleq, sumber ig indonesia.tripcanvas.co
Bedug di Bayan Beleq, sumber : indonesia.tripcanvas.co

Meski dinamakan Masjid, namun fungsi dari Masjid Bayan Beleq tidak seperti Masjid pada umumnya. Masjid Kuno Bayan hanya dipakai pada saat Perayaan Hari Besar Islam (PHBI) seperti Iedul Fitri, Iedul Adha, Maulid Nabi, Tahun Baru Islam, dan lain-lain. Kegiatan rutinitas, perayaan hanya dilakukan dalam selisih tiga hari. Misalnya, jika Hari Raya Idul Fitri jatuh pada hari Jumat, maka Pengajian di Masjid ini akan dilaksanakan pada hari Seninnya.

Selain itu, tidak semua orang dapat Shalat di Masjid ini, yang diperkenankan Shalat di Masjid ini hanyalah Para Kyai, di antaranya adalah Kyai Pengulu, Kyai Ketip, Kyai Lebe, Kyai Modin, Kyai Raden dan Kyai Santri.

Adapun alasan kenapa tidak semua orang diperbolehkan shalat di Masjid ini adalah karena dulunya Masjid ini hanya satu-satunya Masjid yang berada di Lombok. Bagian dalam Masjid hanya mampu menampung sebanyak 40 orang, oleh karena itu hanya pemuka-pemuka agama dari perwakilan tiap daerah Lombok yang diijinkan Shalat di sini. Masyarakat biasa tidak diizinkan untuk shalat di sini dan peraturan itu masih berlaku hingga kini.

Arsitektur Bangunan Masjid

Bentuk salah satu Masjid di Lombok ini memang tidak berbeda jauh dengan rumah-rumah sekitarnya. Bentuknya yang sederhana membuatnya tidak mudah untuk dikenali dari tepi jalan. Bangunan Masjid ini memiliki ukuran 9 x 9 meter. Dinding-dindingnya rendah dan terbuat dari anyaman bambu, atapnya berbentuk tumpang yang disusun dari bilah-bilah bambu, sedangkan pondasi lantainya terbuat dari batu-batu kali.

Masjid Kuno Bayan Beleq, sumber ig hhengkii
Masjid Kuno Bayan Beleq, sumber ig @hhengkii

Lantai Masjid terbuat dari tanah liat yang telah ditutupi tikar buluh. Di sudut-sudut ruang Masjid terdapat empat tiang utama penopang Masjid, yang terbuat dari kayu nangka berbentuk silinder. Di dalam Masjid tersebut, juga terdapat sebuah bedug dari kayu, yang digantung di tiang atap Masjid.

Tepat di depan pintu Masjid terdapat sebuah gentong yang di letakkan dan diikat di bawah pohon Semboja. Gentong ini merupakan tempat untuk menampung air wudhu. Untuk masuk ke dalam Masjid Bayan Beleq, Anda harus membungkuk karena pintu masuknya cukup pendek. Anda bisa melihat empat pilar di dalam Masjid, keempat pilar tersebut merupakan simbol dari empat desa yang turut membantu pendirian Masjid ini.

Berdasarkan informasi dari Pemangku Adat, tiang utama ini dipergunakan bagi para pemangku Masjid yang masing-masing tiang mempunyai fungsi yang berbeda yaitu tiang sebelah Tenggara difungsikan untuk Khatib, tiang di sebelah Timur Laut untuk Lebai, tiang di sebelah Barat Laut untuk Mangku Bayan Timur, sedangkan tiang sebelah Barat Daya untuk Penghulu. Disamping tiang utama dilengkapi pula dengan tiang keliling berjumlah 28 buah, termasuk dua buah tiang Mihrab. Tinggi tiang keliling rata-rata 1,25 meter dan tiang Mihrab 80 cm.

Fungsi Masjid

Bangunan di Salah Satu Sudut Masjid, sumber ig hhengkii
Bangunan di Salah Satu Sudut Masjid, sumber ig @hhengkii

Sehari-hari, Masjid Bayan Beleq tidak lagi digunakan oleh masyarakat sekitar untuk Sholat, Membaca Al-Qur’an atau kegiatan Islam lainnya. Namun, Masjid ini akan kembali ramai pada Perayaan Hari Besar Islam. Salah satunya pada saat perayaan Maulid Nabi Muhammmad SAW. Perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad ini biasanya diadakan selama dua hari.

Di saat perayaan, Masjid Bayan Beleq akan dipenuhi oleh Wisatawan. Pada perayaan acara ini, Wisatawan yang ingin mengikuti prosesi upacara diwajibkan untuk mengikuti peraturan yang ada, semisal harus menggunakan baju adat Sasak seperti dodot dan sapuk.

Akomodasi Menuju Masjid

Dari Bandara International Lombok menuju ke Kota Mataram menggunakan taksi atau bus damdir dengan waktu tempuh sekitar 30 menit dan biaya transportasi Rp. 30.000. Dari Kota Mataram ke Masjid Bayan Beleq bisa melalui rute Mataram – Senggigi – Pemenang – Tanjung – Gangga – Anyar – Bayan dengan menggunakan transportasi umum menuju Kecamatan Bayan seperti Bus.

Namun, untuk kenyamanan berwisata dengan pertimbangan ketersediaan angkutan umum dan waktu tempuh, disarankan bagi Wisatawan untuk menggunakan jasa sewa mobil atau motor. Dengan menyewa kendaraan, selain bisa berhenti di beberapa tempat menarik yang terdapat dalam sepanjang jalan menuju Kecamatan Bayan, Wisatawan juga dapat mengatur waktu kunjungan dengan lebih leluasa.