Pakaian adat Suku Sasak menjadi salah satu perhatian wisatawan saat berada di Lombok. Buktinya, di beberapa tempat yang mereka abadikan pemandangan dan fotonya seperti air terjun dan Gunung Rinjani, mereka berfoto menggunakan salah satu kainnya. Bahkan saat berkunjung ke Desa Sade, mereka menggunakan pakaian adat lengkap.

Saat ini Lombok memang menjadi destinasi wisata yang banyak diincar oleh Wisatawan. Letak Pulau Lombok yang begitu strategis karena berada di antara dua destinasi wisata terkenal yakni Bali dan Labuan Bajo. Selain itu, letak Pulau Lombok yang berada di Indonesia bagian tengah sehingga memudahkan berbagai Wisatawan dalam Negeri untuk berkunjung.

Pulau Lombok didiami oleh sebagian besar Suku Sasak ditambah Suku Samawa dari Sumbawa, Suku Mbojo dari Bima, dan beberapa etnis lainnya seperti Etnis Bali, Bugis, Jawa, Melayu, Arab, dan Tionghoa. Dari beberapa suku dan etnis tersebut, suku asli Pulau Lombok adalah Suku Sasak.

Bicara tentang Suku Sasak asli Pulau Lombok tidak lepas dengan keunikan yang dimiliki oleh suku yang satu ini. Salah satu keunikan yang dimilikinya adalah pakaian adat. Seperti apa sih keunikan dari pakaian adat Suku Sasak, berikut firstlombok.com berikan informasinya untuk Wisatawan?

Pakaian Adat Suku Sasak

Pakaian adat Suku Sasak terbagi dalam dua bagian yakni pakaian adat untuk Wanita dan Laki-laki. Pakaian adat untuk Wanita disebut dengan Pakaian Lambung dan Pakaian adat Pria disebut dengan Pakaian Pegon.

Air Terjun Jeruk Manis, sumber ig wwndni_
Menggunakan Kain Khas Sasak, sumber ig @wwndni_

Pakaian ini biasanya digunakan pada waktu menyambut kedatangan tamu dan saat tengah melaksanakan upacara adat yang dikenal dengan nama Mendakin atau Nyongkol. Bentuk pakaiannya berupa model kerah berbentuk V yang diberi hiasan pada bagian gigir baju.

Perlengkapan Adat Suku Sasak

Perlengkapan adat Sasak terdiri dari 6 bagian, baik untuk pakaian Wanita maupun pakaian Pria, meliputi:

1. Pakaian Adat Wanita (Pakaian Lambung)

Pangkak, merupakan mahkota emas berbentuk bunga cempaka dan mawar yang diselipkan di sela konde/sanggul. Tangkong, merupakan baju yang terbuat dari bahan beludru atau brokat berwarna gelap. Tongkak, merupakan kain sabuk panjang yang dililitkan pada pinggang dengan bagian ujung rumbai berada di sebelah kiri.

Lempot, merupakan kain tenun panjang dengan corak khas Lombok yang disampirkan di pundak sebelah kiri. Kereng, merupakan kain tenun songket khas Lombok yang dililitkan pada pinggang hingga sebatas mata kaki. Aksesoris, merupakan perlengkapan pendukung atau pelengkap seperti rantai perak ikat pinggang, giwang, kalung, dan sebagainya.

2. Pakaian Adat Pria (Pakaian Pegon)

Cappuq atau Sapuk, merupakan mahkota yang ditaruh di atas kepala. Pegon, merupakan baju yang mendapat pengaruh adat Jawa dan mengadopsi model jas Eropa. Leang atau Dodot, merupakan kain songket yang berfungsi untuk menyelipkan keris. Kain ini digunakan dengan cara melilitkannya di sekeliling pinggang, sehingga terlihat seperti ikat pinggang.

Pakaian Adat Pria Sasak, sumber ig zhoirill_m
Pakaian Adat Pria Sasak, sumber ig @zhoirill_m

Kain dengan Wiro, merupakan kain yang digunakan sebagai penutup tubuh bagian bawah yang dililitkan dari pinggang hingga sebatas mata kaki dengan ujung tengah lurus menjuntai ke bawah. Keris, merupakan merupakan perlengkapan pendukung atau pelengkap. Selendang Umbak, merupakan sabuk yang khusus diperuntukkan bagi para pemangku adat atau pengayom masyarakat yang dibuat dengan ritual khusus dalam keluarga sasak. Jenis kain yang digunakan umumnya berwarna merah dan hitam dengan panjang berkisar empat meter yang dihiasi dengan kepeng bolong.

Lambang Perlengkapan Adat Suku Sasak

Perlengkapan adat Sasak memiliki makna atau melambangkan sebuah arti dari setiap perlengkapan baik untuk pakaian Wanita maupun pakaian Pria, meliputi:

1. Pakaian Adat Wanita (Pakaian Lambung)

Pangkak, seiring perkembangan zaman pangkak jarang digunakan karena wanita suku Sasak beralih mengenakan Jilbab, Jilbab sebagai lambang menjaga aurat atau kesucian bagi kaum Wanita. Tangkong, sebagai lambang keagungan seorang wanita. Tongkak, sebagai lambang ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan pengabdian kepada Orang Tua, Suami bagi wanita yang telah menikah, dan kepada masyarakat.

Lempot, sebagai lambang kasih sayang kepada sesama yang harus dimiliki setiap masyarakat Suku Sasak. Kereng, sebagai lambang kesuburan tubuh dan kesopanan sikap kepada sesama. Aksesoris, sebagai lambang kecantikan seorang wanita dan lambang sosial, semakin banyak dan mahal aksesoris yang dipakai maka wanita tersebut berasal dari sosial yang tinggi.

2. Pakaian Adat Pria (Pakaian Pegon)

Cappuq atau Sapuk, sebagai lambang penghormatan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pegon, sebagai lambang keagungan seorang pria dan kesopanan sikap kepada sesama. Leang atau Dodot, sebagai lambang berkarya, pengabdian kepada Orang Tua dan masyarakat.

Kain dengan Wiro, sebagai lambang kerendahan hati dan sikap tawadhu’ yang harus dimiliki setiap masyarakat Suku Sasak. Keris, dalam ataurannya penggunaan keris sebagai lambang adat bagian mukanya harus menghadap kedepan sebagai lambang kesatria, jika terbalik maka bermakna berperang atau siaga. Selendang Umbak, sebagai lambang kasih sayang dan kebijakan bagi pemakainya.

Wanita Menggunakan Pakaian Adat Sasak, sumber wolipop.detik.com
Wanita Menggunakan Pakaian Adat Sasak, sumber wolipop.detik.com

Mengunjungi Dusun Sasak Sade

Bagi Wisatawan yang penasaran dengan pakaian adat Suku Sasak bisa mencoba untuk memakainya langsung dengan mengunjungi Desa Sasak Sade. Dusun Sasak Sade merupakan salah satu dusun dengan penduduk asli Pulau Lombok yaitu Suku Sasak. Dusun tersebut masih sangat menjaga adat istiadat dan kebudayaan suku asli Pulau Lombok.

Hal serupa itu menjadikan Dusun Sade memiliki keistimewaan dan membuat banyak wisatawan lokal bahkan mancanegara datang untuk melihat langsung kekayaan budaya dan kebiasaan unik Suku Sasak. Dalam melestarikan budaya Suku Sasak, Pemerintah Daerah bekerja sama bahu-membahu dengan Masyarakat menjadikan Dusun Sade Lombok sebagai tempat belajar dan melestarikan tradisi Sasak.

Dusun Sade Lombok terletak di Desa Rambita, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Letaknya tidak jauh dari Bandara Internasional Lombok. Hanya perlu sekitar 30 menit untuk mencapai lokasi tersebut. Di Dusun Sade hanya ada sekitar 152 kepala keluarga dan sebagai suku asli Sasak tinggal di Lombok Tengah, mereka memegang teguh tradisi sejak zaman pemerintahan Kerajaan Pejanggik di Praya Kabupaten Lombok Tengah. Hal itulah yang membuat desa tersebut sohor dan menarik untuk dikunjungi.

Itu dia beberapa informasi terkait pakaian adat Suku Sasak. Semoga bisa menjadi wawasan tambahan yang menarik untuk Anda. Kunjungi terus halaman paket wisata Lombok untuk informasi wisata lainnya.