Membersihkan lantai rumah, merupakan salah satu kegiatan rutin bagi setiap keluarga yang menempati bangunan tersebut. Alasan utama dari kegiatan itu adalah untuk menjaga kondisi dan tampilan rumah tetap bersih serta terhindar dari debu maupun kotoran. Umumnya masyarakat di suatu daerah, membersihkan lantai menggunakan bahan yang mengandung anti bakteri seperti sabun lantai.

Dari penjelasan diatas, sebagian besar masyarakat sudah tidak asing lagi dalam penggunaan sabun anti bakteri untuk membersihkan lantai. Namun sebagian besar masyarakat mungkin belum tau jika ada cara dan kebiasaan unik yang digunakan oleh suku sasak dalam membersihkan lantai mereka. Beda halnya dengan mayoritas masyarakat umum, suku sasak menggunakan kotoran sapi sebagai pembersih lantai.

Bagi anda yang baru mendengar hal ini mungkin berpikir, menggunakan sabun lantai saja untuk mengepel belum tentu memberikan aroma wangi seperti yang diinginkan apalagi menggunakan kotoran sapi yang notabenenya kotoran sapi memiliki aroma yang tidak sedap untuk dihirup. Namun jangan salah, tradisi yang turun temurun ini bagi mereka memiliki banyak manfaat untuk daya tahan bangunan.

Rumah Tradisional Suku Sasak Desa Sade, Sumber: Instagram/@sukusasaklombok

Kalian makin penasaran kan, dengan suku ini. oleh karenanya untuk menjawab rasa penasaran kalian kita akan membahas lebih jauh mengenai tradisi kebiasaan serta lokasi dari suku Sasak sehingga menjadi tambahan informasi bagi anda semua.

Mengenal Suku Sasak

Suku Sasak merupakan suku yang berasal dari Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat atau lebih tepatnya berada di desa Sade yang jaraknya 30 KM dari kota mataram. Masyarakat Suku Sasak hingga saat ini masih memegang teguh tradisi tradisi yang diwariskan oleh nenek moyang mereka. Contohnya saja masyarakat di desanya hanya terdapat 150 kepala keluarga dengan Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Sasak.

Sebagian besar suku Sasak beragama Islam, walaupun praktik agama yang dilakukan sedikit berbeda dengan islam pada umumnya, bahkan sebagian kecil warga sasak yang tidak menganut agama islam menganut Sasak Boda.  sumber utama pendapatan suku ini adalah berprofesi sebagai petani, sedangkan pakaian adat Suku Sasak terbagi menjadi 2, untuk pria disebut Pegon, sedangkan wanita disebut Lambung.

Kata Sasak sendiri berasal dari kata sak sak yang artinya satu-satu. Kata sasak ini juga dipakai oleh sebagian suku Dayak di pulau Kalimantan untuk mengatakan satu. Walaupun sumber utama mata pencaharian suku sasak adalah petani, namun suku ini juga terkenal pintar membuat kain tenun yang berkualitas tinggi tentunya.

Membersihkan Lantai Rumah Dengan Kotoran Sapi

Membersihkan lantai rumah dengan kotoran sapi merupakan salah satu tradisi yang masih dilakukan oleh suku Sasak. Tidak hanya lantai rumah tetapi juga dinding, tangga, dan permukaan lainnya. Menurut suku Sasak bahwa kotoran sapi memiliki banyak manfaat yaitu, dapat menghasilkan zat yang dapat mengusir nyamuk, memberi efek hangat di dalam rumah serta mencegah lantai atau dinding bangunan retak retak.

Proses Pembersihan Lantai Dengan Kotoran Sapi, Sumber: Instagram/@yollatresia

Kotoran sapi yang digunakan pun bukan merupakan kotoran murni tetapi telah dicampur dengan sekam padi dan tanah liat, sehingga tidak menimbulkan aroma yang busuk. Karena tradisi yang terus dijalankan hingga saat ini, suku Sasak tetap mempertahankan tampilan rumahnya. Menurut mereka membangun rumah kayu dirasa masih lebih nyaman daripada menggunakan rumah modern seperti sekarang ini.

Jika suku sasak telah menggunakan rumah modern sebagai tempat huniannya maka, tradisi turun temurun seperti pengepelan menggunakan kotoran sapi tidak dapat dilakukan lagi, hal demikian terjadi karena rumah modern sudah menggunakan batuan marmer sebagai lantai, dinding, dan furniture lainnya. Sedangkan mengepelan menggunakan kotoran sapi hanya dilakukan pada lantai yang menggunakan tanah liat.

Menggunakan rumah modern sebagai tempat hunian mungkin juga merupakan sesuatu hal yang sulit untuk dikerjakan alasanya karena jika ingin membangun rumah modern harus mencari jasa poles marmer untuk menata lantai yang digunakan sedangkan masyarakat masyarakat disana hanya tau cara membangun rumah tradisional yang berlantaikan tanah liat.

Proses Pengepelan Lantai Dengan Kotoran Sapi

Dalam melakukan pengelapan, ada beberapa proses yang dilakukan. Adapun Proses pengepelan lantai dengan kotoran sapi dapat dilihat seperti berikut ini:

Setelah Proses Pembersihan Lantai Dengan Kotoran Sapi, Sumber: Instagram/@ramoto_28

1. Menyiapkan Campuran Kotoran Sapi yang Masih Segar

Kotoran sapi yang digunakan harus dicampur dengan sekam padi dan tanah liat terlebih dahulu agar mengurangi bau yang tidak sedap. 

2. Mengelap Lantai Secara Merata

Pengelapan lantai dilakukan dengan campuran kotoran sapi yang telah disiapkan sebelumnya. Lakukan pengelapan secara merata ke seluruh permukaan lantai agar semua lantai terkena kotoran seperti yang diinginkan

3. Biarkan lantainya mengering

Lantai yang telah dilakukan pengelapan, tunggulah hingga permukaannya kering dengan waktu kurang lebih selama 20 menit.

4. Selanjutnya Basuh Lantai

Setelah kotorannya mengering, basuhlah seluruh lantai menggunakan air bersih hingga terlihat bersih dan terhindar dari bau yang tidak sedap.

5. Tunggu Hingga Lantai Mengering Kembali

Setelah membasuh lantai hingga bersih, tunggulah lantainya sampai mengering kembali tanpa genangan air yang tersisa.

6. Lantai bersih dan siap untuk digunakan

Lantai yang telah kering dan bersih siap digunakan untuk aktivitas sehari hari.

Waktu Pengelapan Lantai Dengan Kotoran Sapi

Setiap proses pengepelan entah itu menggunakan antibacterial ataupun menggunakan kotoran sapi murni yang masih diterapkan oleh suku Sasak, pasti memiliki waktu waktu tertentu. Berbeda halnya dengan pengepelan menggunakan sabun lantai, pengepelan menggunakan kotoran sapi biasanya dilakukan sebulan sekali oleh perempuan yang telah berkeluarga.

Itulah beberapa informasi yang dapat Kami berikan untuk anda. Semoga informasi diatas dapat memberikan pengetahuan untuk anda.