Lombok, siapa yang tidak tahu akan destinasi wisata andalan di Indonesia ini. Akibat berkembangnya teknologi dan informasi, keindahan pulau Lombok cepat terekspos ke berbagai penjuru sudut Indonesia bahkan dunia. Hal tersebut berimbas pada semakin banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Lombok waktu demi waktu. Ini menjadi peluang, termasuk bagi kami, agen paket wisata Lombok yang sudah memiliki banyak pengalaman mengantarkan tamu ke berbagai tempat eksotis di Lombok.

Seperti halnya mata pisau atau pedang, keunggulan di satu sisi bisa jadi menjadi bahaya bagi pemakainya. Keindahan pulau Lombok ternyata membuat orang-orang memanfaatkan dengan tidak bijak. Sehingga menjadi pengaruh buruk tersendiri untuk warga Lombok. Contoh yang ada adalah dengan semakin maraknya tempat hiburan malam di Lombok itu sendiri.

Awalnya adanya tempat hiburan malam memang ditujukan untuk wisatawan mancanegara yang notabene banyak diantara mereka yang tidak taat dalam agamanya ataupun bahkan tidak beragama sama sekali. Minuman beralkohol dianggap sebagai sesuatu yang biasa saja dikonsumsi oleh mereka. Untuk itu peluang ini ditangkap pengusaha untuk menyediakan minuman keras dengan mendirikan bar / diskotek / night club. Namun pada perjalanan selanjutnya, pangsa pasar lokal orang Lombok sendiri juga dibidik dan banyak warga muslim di Lombok yang terjebak hal dunia malam, laki-laki ataupun perempuan.

Memimpikan Pariwisata Halal di Lombok, Pulau Seribu Masjid

Ilustrasi bar / diskotek, sumber unsplash

Kekhawatiran akan hal tersebut memunculkan gagasan akan ide pariwisata halal di Lombok. Wikipedia menyebutkan bahwa wisata halal adalah “Halal tourism is a subcategory of tourism which is geared towards Muslim families who abide by rules of Islam. The hotels in such destinations do not serve alcohol and have separate swimming pools and spa facilities for men and women.” Yang terjemah bebasnya sebagai berikut ini : wisata halal merupakan subkategori pariwisata yang diarahkan keluarga Muslim yang mematuhi peraturan islam. Hotel di tempat tujuan tersebut tidak melayani alkohol dan memiliki kolam renang terpisah dan fasilitas spa untuk pria dan wanita.

Namun apakah wisata halal yang sebatas definisi diatas akan bisa terwujud? Tentu kita tidak tahu akan masa depan. Tapi yang jelas, saat ini kesadaran masyarakat Indonesia yang mayoritas bergama Islam ini akan syariat semakin hari semakin membaik. Hal tersebut dibuktikan dengan gamblang dengan semakin ngetrend nya hijab bagi wanita dan juta trend berdirinya hotel syariah tentunya jika di dunia wisata. Saat ini bisa jadi kita bermimpi akan wisata halal di Lombok, namun suatu saat bisa jadi menjadi kenyataan.