Berkunjung ke sebuah daerah rasaya kurang lengkap kalau tidak mengunjungi situs atau tempat bersejarah yang ada di daerah tersebut. Karena sejarah selalu memiliki daya tarik untuk terus diulik. Begitu juga ketika kita berwisata ke Pulau Lombok, maka akan terasa sayang jika kita melewatkan wisata sejarah di salah satu pulau yang terletak di Nusa Tenggara Barat ini. Nah, pada artikel ini kita akan membahas 4 tempat wisata sejarah di Pulau Lombok yang paling terkenal.

Museum Lombok atau Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB)

Berbicara tentang sejarah atau wisata sejarah maka sudah dapat dipastikan bahwa museum adalah salah satu tempat yang tepat untuk dikunjungi. Di Museum kita bisa belajar banyak hal yang berhubungan erat dengan sejarah, mulai dari barang-barang peninggalan sejarah, budaya, hingga bahasa daerah. Nah, di Lombok ada satu museum yang cukup terkenal bernama Museum Negeri Nusa Tenggara Barat atau lebih dikenal dengan nama Museum Lombok.

Museum Negeri Nusa Tenggara Barat atau Museum Lombok terletak di Jl. Panji Tilar Negara No. 6, Taman Sari, Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. 83117. Museum yang diresmikan pada tanggal 23 Januari 1982 tersebut memiliki sekitar 7.513 koleksi barang bersejarah. Dari sekian banyak barang bersejarah koleksi Museum yang ada, Takepan (dokumen naskah kuno yang terbuat dari daun lontar dan kayu, yang ditulis dengan menggunakan huruf Sasak dan Arab) merupakan peninggalan sejarah yang paling unik dan menarik. Jadi, sangat sayang jika kalian melewatkan Museum Negeri Nusa Tenggara Barat saat kamu traveling ke pulau Lombok.

Masjid Kuno Bayan Beleq

Selain terkenal dengan pantainya yang indah nan elok, ternyata Lombok juga menyimpan situs peninggalan Islam yang cukup penting. Satu diantaranya adalah Masjid Kuno Bayan Beleq. Masjid yang berukuran cukup kecil (9 x 9 meter) ini ternyata memiliki model arsitektur yang mengundang decak kagum. Pondasi masjid terbuat dari batu kali yang disusun sedemikian rupa tanpa sedikitpun menggunakan semen ataupun pasir. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu, sedangkan atapnyanya berasal dari bilah bambu yang disusun berjajar cukup rapi dan eksotis. Saat masuk ke dalam masjid kita akan menemukan lantai masjid yang berasal dari tanah liat keras dan dilapisi oleh anyaman tikar bambu. Semua perpaduan yang amat serasi dari masjid yang terletak di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Lombok ini memberikan pancaran aura spiritual yang menakjubkan dan sangat patut untuk dikunjungi.

Obyek wisata bersejarah di pulau lombok - masjid bayan beleq

Masjid Bayan Beleq, sumber instagram

Makam Loang Baloq

Tempat wisata sejarah yang tak kalah populer di Pulau Lombok lainnya adalah Makam Loang Baloq. Nama objek wisata ini diambil dari bahasa Sasak “Loang Baloq” yang berarti pohon beringin berlubang. Karena di objek wisata yang sebenarnya merupakan komplek pemakaman ini terdapat sebuah pohon beringin tua yang telah berumur ratusan tahun. Di objek wisata sejarah ini terdapat sebuah makam salah seorang ulama yang berasal Bahdad Irak, bernama Syech Gaus Abdurrazak. Konon beliau termasuk salah seorang ulama yang berjasa besar dalam syiar agama Islam di Lombok pada 18 abad yang lalu. Selain itu di komplek pemakaman ini juga terdapat dua makam yang sering diziarahi para pengunjung yakni makam Datuk Laut dan Makam Anak Yatim. Objek wisata sejarah ini terletak di Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Ampenan Lombok atau hanya berjarak sekitar 6 kilometer dari Kota Mataram.

Kawasan Kota Tua Ampenan

Di setiap daerah pasti ada sebuah kawasan kota kuno yang memiliki kisah sejarah yang menarik serta bangunan-bangunan yang nyentrik, begitu pula dengan Lombok. Di Lombok, tepatnya di Jalan Pabean, Ampenan, Lombok, Nusa Tenggara Barat ada sebuah kawasan yang disebut dengan Kota Tua Ampenan. Di sana kita akan mendapati gedung-gedung bergaya arsitektur Belanda kuno dan pemandangan khas masa kolonialisme Belanda yang sangat kental. Tak heran jika kota tua Ampenan ini menjadi salah satu spot favorit mengambil foto untuk di upload di instagram. Mau coba juga?

Wisata bersejarah di lombok - kota tua ampenan

Foto Kota Tua Ampenan, sumber instagram

Nama kota ini diambil dari bahasa Sasak “amben” yang berarti tempat singgah. Karena konon pada masa kolonial Belanda kawasan ini dijadikan sebagai kawasan pelabuhan. Oleh sebab itu, kawasan ini banyak dihuni oleh masyarakat dari berbagai etnis, seperti Arab, Cina, Melayu, dan Bugis. Namun demikian mereka telah lama hidup rukun dan berdampingan sejak bertahun-tahun yang lalu.

Demikian ulasan singkat tentang empat tempat wisata sejarah yang ada di Pulau Lombok. Kalian bisa mendatangi keempat tempat wisata ini dengan mobil pribadi atau bisa juga memanfaatkan beberapa tour & travel agent di pulau Lombok yang menyediakan paket wisata sejarah. Semoga bermanfaat dan selamat menikmati indahnya pulau Lombok. Jangan lupa ajak sanak saudara ya jika mau berkunjung disini. 😉