Pulau Lombok terkenal dengan banyaknya destinasi wisata yang bisa dikunjungi oleh para wisatawan, baik lokal maupun dunia. Selain pantai, salah satu wisata menarik lain yang ada di Lombok adalah berkunjung ke rumah adat bale lumbung yang dikenal dengan rumah Suku Sasak.

Rumah Suku Sasak bale lumbung adalah rumah tinggal dari suku asli Lombok yang sampai sekarang ini masih terjaga dan terus dilestarikan sebagai sebuah warisan budaya. Anda bisa menjumpai wisata rumah adat ini di desa Sade. Bukan sekedar sebagai situs wisata, namun rumah adat ini juga masih dihuni oleh warga setempat.

Memang rumah adat Suku Sasak ini sudah tercatat sebagai salah satu warisan budaya tak benda provinsi Nusa Tenggara Barat. Hal tersebut ditengarai oleh banyak alasan, maka tak heran jika rumah adat menjadi salah satu ikon wisata populer yang ada di Lombok Tengah khususnya.

Filosofi Rumah Suku Sasak

Filosofi dari rumah suku sasak ini adalah sebuah cerminan dari tingkatan strata sosial yang ada di dalam masyarakat Suku Sasak itu sendiri. Karena, masyarakat Sasak pada zaman dulu kala adalah orang-orang yang mempunyai tingkat kesejahteraan sangat tinggi dan hal tersebut tercerminkan dalam wujud rumah bale lumbung ini.

Tampilan rumah adat suku sasak, sumber: google.com
Tampilan rumah adat suku sasak, sumber: google.com

Keunikan Rumah Suku Sasak

Sebagai sebuah warisan budaya, ternyata rumah adat Suku Sasak ini juga memiliki banyak keunikan yang tidak didapatkan pada rumah hunian pada umumnya. Apa saja keunikan tersebut? Temukan jawabannya pada paparan paket wisata lombok di bawah ini!

Terdapat 3 Tipe Bangunan

Rumah adat Suku Sasak bisa dibagi menjadi 3 tipe yakni bale bonter, bale kodong dan bale tani. Masing-masing tipe rumah ini berbeda dari segi pemanfaatannya. Bale bonter biasanya digunakan oleh para pejabat desa, bale kodong digunakan oleh warga yang baru menikah dan bale tani tempat tinggal bagi yang sudah berkeluarga.

Arsitektur Vernakular

Keunikan kedua dari rumah Suku Sasak adalah adanya arsitektur vernakular. Arsitektur ini adalah gaya yang sengaja dikembangkan sesuai dengan sumber daya dan kultur lokal yang dapat mewakili karakteristik tradisi setempat.

Nah, desain arsitektur vernakular ini bisa Anda temukan pada bangunan rumah adat Suku Sasak. Mulai dari bahan bangunan yang berasal dari alam Lombok sampai bentuk bangunan yang mencerminkan keyakinan dan nilai-nilai yang dianut oleh Suku Sasak.

Di antara bahan bangunan yang digunakan adalah seperti bambu, kayu, jerami dan alang-alang yang merupakan hasil sumber daya alam daerah Lombok. Demi menjaga kealamiannya, bahkan alat penyambung (paku) yang digunakan pun terbuat dari bambu.

Arsitektur rumah adat sasak, sumber: google.com
Arsitektur rumah adat sasak, sumber: google.com

Lantainya Tanah Liat dan Kotoran Kerbau

Keunikan lain dari rumah ada ini yang tidak ditemukan pada rumah adat lain adalah lantainya yang terbuat dari tanah liat dan kotoran kerbau. Pemanfaatan kotoran kerbau tersebut dimaksudkan agar ketika membersihkan lantai dari debu lebih mudah serta tekstur lantainya lebih halus.

Masyarakat Suku Sasak meyakini bahwa kotoran kerbau bisa mengusir serangga sekaligus bisa menangkal penghuni rumah dari serangan kekuatan jahat. Lantai rumah juga akan digosok dengan kotoran kerbau secara rutin. Meskipun demikian namun lantai rumah adat Suku Sasak tidak berbau kotoran sama sekali.

Terbuat dari Anyaman Bambu

Dinding rumah adat Suku Sasak ternyata terbuat dari material bambu yang dianyam. Biasanya Suku Sasak akan memanfaatkan anyaman bambu karena memiliki bobot yang ringan dan sangat tahan terhadap guncangan.

Adapun bagian atapnya, rumah suku sasak terbuat dari alang-alang yang dibentuk menyerupai gunungan. Sama seperti bahan bambu, pemanfaatan bahan alang-alang ini juga karena bobotnya yang ringan serta memiliki ketahanan terhadap guncangan. Dengan demikian tak heran jika rumah ada ini terkenal tahan terhadap gempa.

Dibangun Pada Hari Baik

Selain keunikan dari segi struktur dan bahan bangunannya, rumah adat ini juga masih sangat mempertahankan tradisinya. Yakni saat melakukan pembangunan rumah harus dilakukan pada hari yang dianggap baik.

Suku Sasak menentukan hari baik ini berdasarkan sistem kalender tradisional mereka yang disebut dengan rowot. Penamaan kalender ini disesuaikan dengan proses pengamatan yang dilakukan atas bintang rowot. Bintang rowot merupakan gugus bintang pleiades menurut keyakinan orang-orang Sasak.

Lebih dari itu, penentuan lahan untuk membangun rumah juga sangat selektif atau tidak sembarangan. Adapun tempat yang tidak cocok menurut keyakinan Suku Sasak antara lain seperti tempat bekas perapian., bekas pembuangan sampah dan bekas sumur. Sebab, beberapa tempat tersebut diyakini akan membawa nasib yang kurang baik pada penghuninya.

Kalender rowot suku sasak,sumber: google.com
Kalender rowot suku sasak,sumber: google.com

Bangunannya Kokoh dan Nyaman

Meskipun terbuat dari bahan yang ringan namun ternyata bangunan rumah adat ini sangat kokoh. Karena pondasinya sengaja dirancang untuk menghasilkan spesifikasi yang kokoh dan menghadirkan rasa nyaman pada setiap penghuni rumah.

Rasa nyaman tersebut bisa didapatkan karena sirkulasi udara dari rumah adat suku sasak ini sangat bagus, yang berasal dari dinding rumah yang terbuat dari anyaman bambu. Jadi, meskipun musim panas penghuni rumah tetap merasa sejuk atau tidak kepanasan.

Pintunya Sedikit dan Rendah

Bale adat Sasak tidak mempunyai banyak pintu. Adapun pintu depan merupakan satu-satunya pintu yang menghubungkan rumah dengan dunia luar sekaligus sebagai akses keluar masuk rumah. Selain pintu yang terbatas, ketinggian pintu juga cukup rendah. Sehinga, saat hendak memasuki rumah Anda harus sedikit merunduk. Hal tersebut memiliki filosofi bahwa orang-orang Suku Sasak sangat menghargai pemilik rumah.

Jadi, rumah adat Suku Sasak di lombok memiliki keunikan dan filosofi yang tersembunyi yang jarang diketahui oleh orang luar pada umumnya. Jika Anda berwisata ke Pulau Lombok jangan lupa mampir ke daerah Sembalun ya, untuk melihat sendiri rumah adat Suku Sasak.

Nah, demikianlah ulasan singkat dari First Lombok Tour. Semoga ulasan ini memberikan wawasan dan informasi yang bermanfaat untuk Anda. Untuk mendapatkan tambahan wawasan lain seputar pulau Lombok kami merekomendasikan Anda untuk membaca tulisan kami yang lain seperti minuman khas Lombok yang diminati banyak orang.