Lombok, Sebuah pulau yang ketika kita mendengar namanya orang pasti akan langsung teringat dengan pantai-pantai yang cantik, Pulau-pulau kecil yang indah, Air Terjun yang mempesona atau Gunung Rinjani. Lombok sebenarnya lebih dari itu semua. Terdapat Desa Segenter Lombok yang merupakan desa adat tertua yang bisa menjadi sumber informasi tradisi asli daerah ini.

Fakta Terkait Desa Adat Segenter

Lombok merupakan tempat yang istimewa untuk wisata kultural. Masyarakat asli Lombok yang dikenal dengan Suku Sasak memiliki tradisi serta budaya yang tidak kalah unik dibandingkan tempat-tempat lain di Indonesia. Perpaduan antara budaya mereka dengan budaya dari Bali dan Jawa menjadikan budaya mereka semakin memiliki nilai tambah. Apalagi kebudayaan di Lombok juga masih tetap terjaga.

Semua ini tak terlepas dari peran Suku Sasak, suku asli Lombok, yang sebagian dari mereka masih bertahan dengan sisi tradisional mereka, tak terpengaruh dengan kemodern-an yang kini juga menyerang Lombok. Ada beberapa desa tradisional, atau jika dalam bahasa Bali disebut dengan desa adat, yang masih bisa dijumpai di Lombok.

Desa Segenter, sumber : datulomboktour.com
Desa Segenter, sumber : datulomboktour.com

Di sana masyarakat asli Lombok tersebut menjalani kehidupan mereka dengan bergantung kepada alam dan tetap menjaga budaya-budaya peninggalan nenek moyang mereka. Salah satunya adalah Desa Segenter Lombok yang berada di wilayah Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Berikut beberapa fakta tentang salah satu Desa adat di Lombok ini.

1. Desa Adat Tertua

Desa Segenter menjadi salah satu dari dua desa adat khas Sasak yang oleh Pemerintah Lombok dijadikan sebagai desa wisata budaya. Menurut salah seorang penduduk yang mendiami desa tersebut, Desa Segenter merupakan desa ada tertua yang ada di Lombok, dan didiami oleh suku Sasak asli yang masih mempertahankan adat dan tradisi asli yang diwariskan secara turun-temurun melalui nenek moyang mereka.

Seperti bangunan di Desa Sade, lantai rumah di Desa Segenter ini pun masih terbuat dari tanah liat yang dicampur dengan kotoran Sapi. Dan untuk setiap 2 rumah yang berhadapan, di tengah-tengahnya terdapat 1 buah beruga yang berfungsi sebagai tempat untuk menerima tamu.

2. Aktivitas Penduduk Desa

Aktivitas penduduk di desa adat ini pada umumnya adalah bertani dan berladang sehinga desa terlihat sepi penduduk dari pagi hingga siang hari. Selain itu juga penduduk desa setempat membuat kerajinan anyaman yang terbuat dari bambu. Kerajinan ini menjadi salah satu produk lokal tradisional pemukiman ini.

3. Rute Menuju Lokasi

Desa Adat ini lebih mudah untuk dikunjungi melalui jalur pantai barat pulau Lombok, dengan jarak sekitar 90 Kilometer dari kota Mataram. Dengan menggunakan kendaraan pribadi, anda bisa menempuh rute Mataram – Senggigi – Pemenang – Tanjung – Selengen – Segenter. Desa adat Segenter terletak tak jauh dari Desa Bayan. Dari Mataram membutuhkan kurang lebih 2,5 Jam hingga sampai menuju ke Lokasi tempat berada.

Rumah Adat Setempat, sumber ig ahyar_ros
Rumah Adat Setempat, sumber ig @ahyar_ros

4. Luas Desa

Desa Adat ini memiliki luas ± 3 hektar yang dikelilingi oleh pagar dan hanya terdapat satu pintu untuk akses masuk dan keluar. Memasuki Desa Segenter akan tampak terlihat deretan rumah yang tertata rapi, deretan rumah tersebut mengapit deretan Berugak yang ada di tengah.

5. Desain Rumah Khas Sasak

Di area pemukiman desa tertua ini memang menjadi tempat yang pas untuk melihat desain bangunan tradisional khas Suku Sasak. Rumah-rumah mereka masih terbuat dari bahan alam yang sederhana dengan berderet serta tertata rapi dalam perkampungan tersebut. Dinding-dinding rumah warga Desa ini terbuat dari bambu dengan atap yang terbuat dari jerami.

Untuk lantainya masih berupa tanah liat dengan jejeran batu yang mengelilingi rumah menjadi pagar. Rumah tradisional Suku Sasak umumnya berbentuk persegi panjang dengan ukuran sekitar 6×7 Meter. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu, berbentuk limas, beratap ilalang dan berlantai tanah.

Pemukiman Desa, sumber : Lombok Mandalika Tour
Pemukiman Desa, sumber : Lombok Mandalika Tour

Di dalam rumah umumnya terdapat dapur, Amben Belek (tempat peralatan dapur), tempat tidur dan Inan belek ( ruangan khusus ) menggunakan bahan lantai dari kayu dengan posisi lebih tinggi. Biasanya ruangan ini dipakai khusus untuk pengantin baru, sampai hari ketiga. Jika sebuah rumah tidak mempunyai Lumbung, Inan Belek juga bisa difungsikan sebagai gantinya.

6. Perawatan Rumah menggunakan bahan Alami

Meski tampak sederhana namun rumah ini cukup kuat dan terawat loh. Untuk perawatan rumah pun menggunakan bahan yang disediakan langsung oleh alam. Contohnya saja untuk membuat lantai lebih kuat dan lebih indah, pada waktu-waktu tertentu penduduk akan memoleskan kotoran sapi sehingga lantai tetap licin dan awet. Aktivitas ini menjadi daya tarik lain bagi wisatawan yang mengunjungi desa tersebut. Atap rumah juga rutin diganti setiap 12 atau 13 tahun sekali.

7. Jumlah Keluarga

Kini di Desa ini terdapat kurang lebih 81 rumah yang ditinggali 101 keluarga. Mengunjungi Desa Segenter dalam wisata lombok tak hanya bisa mengenal adat budaya khas Sasak namun juga bisa belajar mengenai desain bangunan khas rumah mereka. Dan yang lebih penting bagaimana mereka menjalin hubungan dengan keluarga dimana mereka saling meneruskan nilai-nilai budaya nenek moyang untuk diteruskan kepada generasi penerus mereka.

Itu dia beberapa fakta terkait Desa Adat Segenter Lombok yang merupakan desa tertua di daerah wisata ini. Semoga dapat menambah wawasan dan menjadi daya tarik wisata di Lombok. Simak berbagai ulasan spot wisata di Lombok lainnya di halaman paket wisata Lombok. Berikan saran dan kritik atau pertanyaan di kolom komentar yang tersedia.

Konsultasi Gratis whatsapp