Walaupun menantang, tetapi Anda harus ingat bahwa hal tersebut memiliki resiko yang tinggi. Keadaan alam yang tidak stabil menuntut para pendaki lebih waspada dan melakukan persiapan yang ekstra. Simaklah berbagai informasi dan tips mendaki gunung saat hujan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan dan resiko.

Dengan resiko yang tinggi, banyak hal yang tak diinginkan dapat saja terjadi misalkan seperti jalan setapak menjadi licin karena hujan sehingga rawan menyebabkan terpeleset, kabut tebal yang menyelimuti gunung berefek pada jarak pandang yang terbatas dapat menimbulkan tersesat.

Selain itu, kondisi basah karena hujan pun meningkatkan risiko terkena hipotermia, sambaran petir, hingga ancaman tanah longsor bisa saja terjadi menimpa para pendaki. Meski begitu, tetap saja banyak pendaki yang melakukan pendakian di tengah musim hujan karena merasa yakin bisa mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terburuk tersebut.

Agar dapat menghindari resiko-resiko buruk yang dapat menimpa para pendaki, beberapa gunung telah mengeluarkan suatu kebijakan untuk menutup kegiatan pendakian selama musim hujan. Selain demi kebaikan pendaki, penutupan juga berfungsi untuk pemulihan ekosistem. Memang lebih baik jika menahan diri terlebih dahulu untuk tidak mendaki saat musim hujan.

Namun tetap saja ada orang-orang yang ingin mendaki saat musim penghujan. Nah, oleh sebab itu, penting untuk anda ketahui agar tetap aman dan nyaman saat mendaki gunung saat musim hujan, simaklah ulasan mengenai beberapa tips mendaki gunung saat hujan di bawah ini.

1. Pilih Gunung yang Jalurnya Tidak Ekstrim

Foto oleh Oziel Gómez di Unsplash
Mendaki Gunung, Foto oleh Oziel Gómez di Unsplash

Tips mendaki gunung saat hujan yang pertama adalah menentukan gunung yang hendak didaki. Bijaklah ketika memilih gunung saat musim penghujan. Pilihlah gunung yang memiliki kriteria sebagai berikut :

  • Mengenai Jalur, pilihlah jalur yang pendek dan tidak terlalu terjal agar perjalanan tetap nyaman
  • Pos, pilihlah gunung yang memiliki banyak pos peristirahatan dan memadai untuk berlindung dari hujan, petir dan badai.
  • Pilihlah gunung yang cukup hanya dengan membutuhkan 1 hari sampai menuju puncak. Jika memilih jalur pendakian yang panjang dan perjalanannya lebih dari satu hari, maka mau tak mau kamu harus bermalam. Dan umumnya pada musim hujan suhu udara semakin dingin, maka risiko hipotermia akan lebih besar.

Itulah beberapa tips memilih gunung yang dapat kami sampaikan agar perjalan pendakian anda tetap aman. Hal yang perlu untuk diperhatikan juga jangan pernah menganggap enteng medan yang akan ditempuh dan pikirkanlah keselamatan jauh lebih utama daripada memenuhi obsesi menaiki sebuah gunung.

2. Pastikan Tubuh Fit dan Membawa Obat-obatan

Tips mendaki gunung saat musim hujan berikutnya adalah memastikan kondisi tubuh Anda dalam kondisi yang fit dan prima. Mendaki dengan kondisi tubuh fit sebenarnya merupakan syarat mendaki gunung dalam kondisi apapun, baik itu musim panas maupun hujan.

Namun untuk musim hujan, perlu penekanan karena air hujan bisa membuat pendaki yang tubuhnya kurang fit, mengalami demam. Jika kondisi tubuh Anda tidak fit, baik itu saat sebelum dan saat mendaki, sebaiknya Anda urungkan niat untuk melanjutkan pendakian karena beresiko tinggi.

Tentu Anda tidak menginginkan kejadian yang tidak diinginkan terjadi bukan? Harapnya dapat menikmati keindahan panorama alam yang mempesona bersama teman-teman, namun menjadi suram. Untuk membantu Anda, simak tips menjaga kesehatan selama berliburan.

3. Cek Perkiraan Cuaca Sebelum

Cek prakiraan cuaca menjadi yang paling penting ketika Anda ingin mendaki gunung. Dengan mengecek perkiraan cuaca dapat membantu Anda dalam memantau hujan seperti apa yang akan dihadapi kedepannya, apakah gerimis, hujan kabut, atau hujan lebat.

Dengan demikian membuat kamu semakin matang dalam mengambil keputusan. Pastikan ketika hendak memulai mendaki ketika cuaca sedang cerah. Hal itu lebih baik daripada jika harus menerjang hujan sejak awal perjalanan.

Bila terjadi cuaca ekstrim, Anda dapat membatalkan atau menunda pendakian hingga dirasa cuaca aman untuk melakukan pendakian. Tidak hanya saat memulai pendakian, nantinya ketika di pertengahan pendakian, cuaca semakin memburuk dan kondisi tidak memungkinkan, jangan memaksa untuk terus mendaki. Ingat, tujuan mendaki gunung adalah pulang dengan selamat.

Dengan perkembangan smartphone saat ini, sangat membantu Anda untuk dapat mengecek informasi terkait cuaca, Anda dapat mengeceknya melalui web BMKG, freemeteo atau aplikasi seperti AccuWeather.

4. Mendaki Membawa Jas Hujan

Membawa jas hujan tentu sudah menjadi suatu keharusan saat melakukan pendakian di musim hujan. Ini akan membantu pendaki dari basah kuyup saat terpaan hujan turun dengan tiba-tiba. Kondisi basah kuyup saat mendaki tentu sangat bahaya karena dapat memicu terjadinya hipotermia.

Gunung di Lombok, sumber ig lombok_gagah
Gunung di Lombok, sumber ig @lombok_gagah

5. Membawa Pakaian Ganti Ekstra

Meskipun sudah menggunakan jas hujan, tetap saja air masih bisa masuk melalui celah atau lubang kecil. Untuk itu, agar menjaga agar tubuh tetap kering, sediakanlah pakaian ganti yang ekstra. Pastikan baju ganti diletakan di tempat kedap seperti dibungkus plastik air agar tidak basah.

6. Menghindari Berjalan di Malam Hari

Mendaki ketika musim hujan akan lebih aman dilakukan di siang hari. Hal ini berkaitan dengan visibilitas, jarak pandang yang mampu dilihat oleh mata sehingga mengurangi resiko tersesat. Saat terang tentu jalur pendakian mudah untuk dilihat dan begitu sebaliknya. Jika kabut tebal turun, maka hal ini akan semakin meningkatkan risiko tersesat.

7. Berdoa dan Hindari Maksiat

Tentu setiap hal yang telah Anda persiapkan akan sia-sia jika tidak mendapatkan ridho dari Allah SWT. Untuk mulailah setiap kegiatan Anda dengan doa, termasuk saat mendaki gunung dan hal yang perlu untuk diperhatikan juga, hindarilah perbuatan maksiat karena kemaksiatan tentu akan mendatangkan kemurkaan Allah SWT.

Hal yang sederhana akan tetapi sangat banyak diremehkan, yaitu menjaga lingkungan. Tidak sedikit kita saksikan bahwa banyak tertinggalnya sampah-sampah di atas bukit atau tempat peristirahatan, hal tersebut dapat merusak lingkungan sekitar.

Untuk itu, sebagai penekanan berdoalah untuk keselamatan saat mendaki hingga sampai kembali ke rumah masing-masing dan jangan melakukan perbuatan maksiat yang dapat mengundang murka Allah SWT. Simak berbagai tips wisata lainnya di First Lombok Tour.